apu apu untuk pakan ayam

Ecenggondok sebagai pakan ternak . 3 5 6 7 10 3 BAB III TANAMANKAPU-KAPU 12 3.1 Karakteristik Kapu-Kapu/Apu-Apu 12 3.2 Klasifikasi kayu apu 15 iv _ _ v ~Qlemen ASdl RdYd BAB IV MENGENAL RAYAP 17 4.1 Rayap dan Lingkungannya 17 pcternakan ternak unggas baik ayam broiler, ayarn kampung, ayam pctelur, itik dan puyuh sangat membantu PemesananHubungi: Bpk. Nur Huda. 0823-3777-8295 (WA) Siap Kirim Wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. https://distributordedakpadi.wordpress.com. Diposting oleh 0823-3777-8295 (WA) Distributor Dedak Padi, Bekatul, Dedak Halus, Harga Dedak di 06.00. APUSkala Kecil Dan Menen ah 13 Program Katalis Teknologi . Produk Litbang Tepung pengganti jagung untuk ransum ayam broiler. Tepung Biji Durian "VISA" untuk pakan ternak saja tahun 2006 impornya meningkat menjadi 1,6 juta ton dari tahun 2005 yang hanya 720 WONOSOBO- Pemkab Wonosobo terus menggenjot semangat petani untuk mengembangkan domba jenis texel asal Wonosobo, atau lebih banyak dikenal sebagai Dombos. Upaya tersebut dilakukan untuk menaikkan semangat warga yang menurun lewat festival domba wonosobo (Dombos). Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Perikanan Wonosobo, Abdul CiriDomba Garut: Domba Priayangan Asli Jawa Barat. Ciri domba garut adalah mempunyai ciri khas tersendiri, sebagai domba penghasil daging dan domba untuk adu ketangkasan untuk daerah Garut. Bedasarkan pendapat para oleh ahli domba seperti Bpk. Prof. Didi Atmadilaga dan Bpk. Prof. Asikin Natasasmita, bahwa Domba Garut adalah hasil Site De Rencontre Gratuit Dans Le 66. PEMANFAATAN TEPUNG DAUN APU-APU Pistia stratiotes DALAM RANSUM BASAL TERHADAP ORGAN PENCERNAAN AYAM RAS PEDAGINGPEMANFAATAN TEPUNG DAUN APU-APU Pistia stratiotes DALAM RANSUM BASAL TERHADAP ORGAN PENCERNAAN AYAM RAS PEDAGINGWater lettuce meal Pistia stratiotes is the weed that has potential as animal feed due to it contain high crude protein and energy metabolism. The aims of this study wasto determine the weight and length of digestive organs including proventriculus, ventriculus, small intestine in broiler chicken given of water lettuce meal WLM in ratios. The research design of this study was a completely randomized design CRD with five treatments and four replications. The treatments consisted of T0 commercial feed without WLM, T1 ration with 0% WLM, T2 ration with 5% WLM, T3 ration with 10% WLM and T4 ration with 15% WLM. The experimental animal used were broiler DOC until the age of 35 days old were kept in 20 cages and each cage consisted of 3 broiler chickens. The parameters measured were proventriculusweight, ventriculus weight, small intestine weight and length of the small intestine. The results showed that there was no significant effects among treatments on all parameters. ... Apu-apu Pistia stratiotes L. merupakan salah satu tumbuhan liar atau gulma air yang banyak ditemukan di perairan sawah maupun di lahan pertanamannya terutama lahan budidaya padi. Kehadiran gulma liar dalam suatu lahan budidaya tidak diinginkan, karena gulma merupakan salah satu kelompok dari Organisme Pengganggu Tanaman OPT. Keberadaan apu-apu pada perairan sawah sangat mengganggu tanaman utama dalam persaingan nutrisi. Sebagai contoh yaitu kegiatan pemupukan, bentuk daun yang lebar pada tumbuhan ini akan menghalangi pupuk yang diberikan pada tanaman, sehingga pupuk tidak terserap secara efektif pada tanaman budidaya. Tumbuhan apu-apu memiliki potensi bertahan hidup di air dengan kondisi apapun dan sangat cepat dalam perkembangbiakkannya[1]. Salah satu cara petani dalam menanggulanginya yaitu secara manual dengan menggunakan jaring untuk dibuang pada perairan sungai. Selain itu, tumbuhan liar ini juga banyak ditemukan pada kolam ikan dan dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Manfaat lain dari tumbuhan ini adalah kemampuan daya serapnya terhadam logam berat seperti Fe, Cd, Cu dan Pb[2]. Akar tanaman apu-apu melakukan adsorpsi dengan cara menyerap kontaminan logam berat pada akar dan mendistribusikannya keseluruh bagian tumbuhan. Lantas bagaimana peran baik tumbuhan apu-apu terhadap pertanian budidaya?Pada sektor pertanian dewasa ini muncul banyak gerakan atau upaya pengurangan penggunaan bahan kimia dalam budidaya tanaman untuk tercapainya pertanian yang berkelanjutan dan berbasis organik. Dalam pertanian berkelanjutan penggunaan bahan organik tidak diaplikasikan 100%, akan tetapi hanya bertujuan dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia melalui penambahan input yang merupakan gulma air, memiliki manfaat bagi nutrisi tanaman apabila diolah dengan tepat, karena mengandung bahan organik. Kandungan bahan organik pada tumbuhan apu-apu yang telah dikomposkan yaitu 22,8%, sedangkan kandungan bahan organik dalam keadaan segar yaitu 19,6% [3]. Kandungan bahan organik tersebut dapat dimanfaatkan sebagai solusi dalam memperbaiki sifat kimia tanah dan pemenuh nutrisi apu-apu sebagai input produksi dapat diolah menjadi pupuk hijau, kandungan hara di dalamnya yaitu hara N 2,83%, P 0,17%, K 0,96%, C/N 10, dan bahan organik 47,020[4]. Tingginya hara N pada apu-apu dapat berperan sebagai perangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan dan pembentukan klorofil yang berguna untuk proses fotosintesis. Sedangkan nilai C/N ratio yang semakin rendah menunjukkan kemudahan dalam melepaskan unsur hara dalam diolah menjadi pupuk padat seperti kompos, apu-apu juga dapat diolah menjadi Pupuk Organik Cair POC. Pengolahan dilakukan dengan menyiapkan tumbuhan apu-apu dengan berat 2,1 kg dan memtong menjadi kecil-kecil, kemudian memasukkan potongan apu-apu ke dalam toples plastik dengan 3,2 liter air, mencampurkan 5 gram gula merah dan EM4 21 ml sebagai cairan pengurai[5]. Setelah itu diaduk secara merata dan dibiarkan selama 25 hari untuk proses fermentasi dengan perlakuan 5-10 menit pengadukan setiap harinya supaya terjadi sirkulasi oksigen[6].Penggunaan POC dari tumbuhan apu-apu berdasarkan kandungan haranya dapat meningkatkan pertumbuhan jumlah daun, lebar daun dan berat basah. Oleh karena itu sangat bermanfaat apabila diaplikasikan pada jenis tanaman hortikultura sayuran. Selain itu pada tanaman budidaya lainnya, pengaplikasian pupuk organik berbahan dasar apu-apu akan membantu memenuhi hara nitrogen N bagi pupuk organik berbahan baku tumbuhan apu-apu cukup mudah. Bahkan sangat cocok untuk diterapkan pada pertanian mandiri di rumah. Apu-apu sangat mudah dijumpai diberbagai wilayah dan dengan potensi akan kandungan haranya dapat diterapkan sebagai solusi para petani dan masyarakat untuk implementasi pertanian organik maupun berkelanjutan. Referensi[1] Mudrikati. 2018. Pengaruh Pupuk Organik Cair Berbahan Tanaman Apu-apu Pistia stratiotes L. terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy Brassica rapa L. Skripsi, Universitas Islam Negeri Mataram. Diambil dari E-Thesis UIN Mataram Pada Senin, 26 Oktober 2020 Lihat[2] Raras, D., P. Yusuf, B. Alimuddin. 2015. Analisis Kandungan Ion Logam Berat Fe, Cd, Cu dan Pb pada Tanaman Apu-apu Pistia stratiotes L. dengan Menggunakan Variasi Waktu. Prosiding Seminar Tugas Akhir FMIPA UNMUL 2015 76-79 Lihat[3] Sebayang, H., T. Suryanto, A. Kurnia, T., I., D. 2010. Pengaruh Pemberian Kayu Apu Pistia stratiotes L. dan Dosis Pupuk N, P, K pada Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah Oryza sativa L.. 382 192-198 Lihat[4] Putri, F., P. Sebayang, H., T. Sumarni, T. 2013. Pengaruh Pupuk N, P, K, Azolla Azolla pinnata dan Kayu Apu Pistia stratiotes pada Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah Oryza sativa. Jurnal Produksi Tanaman 13 9-20 Lihat[5] Pratiwi, A. Nurrohmi, A., I. 2020. Effectiveness of Apu-Organic Liquid Fertilizer Pistia stratiotes L. on Ipomoea reptans Poir. Growth. Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya 22 55-63 Lihat[6] Oviyanti, F. Hidayah, N. 2016. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Daun Gamal Gliricidia Sepium Jacq. Kunth Ex Walp. terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Brassica juncea L.. Jurnal Biota 21 61–67 Lihat The purpose of this research is to determine the effect of avocado seed flour ASF supplementation in feed on blood lipids and quail egg yolk cholesterol. The material used was 100 female quails aged 4 weeks old with ration ingredients consist of corn, bran, paddy, soybean meal, fish flour, avocado seed flour, palm oil, CaCO 3, premix, lysine, and methionine. The research method applied was an experiment with4 treatments, which are 0% of basal feed ASF supplementation R 0, 3% of basal feed ASF supplementation R 1,6% of basal feed ASF supplementation R 2, and 9% of basal feed ASF supplementation R3. The observed variables included blood cholesterol, High Density Lipoprotein HDL, Low Density Lipoprotein LDL, triglyceride, and egg yolk cholesterol. Analysis of varians ANOVA with a completely random design trial in the same direction pattern was applied in this research. If there is any differences between treatments then the HRD test will be done. This research shows that ASF supplementation can significantly reduce blood cholesterol levels The HDL levels tend to decrease with the increasing levels of ASF. Avocado seed flour supplementation to 9% can be used as quail feed supplementation. Keywords female quail, ration ingredients, blood lipids, avocado seed flour [ASF] ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suplementasi tepung biji alpukat dalam pakan terhadap profil lemak darah dan kolesterol kuning telur puyuh. Materi yang digunakan adalah puyuh betina umur 4 minggu sebanyak 100 ekor. Bahan ransum terdiri dari Jagung, dedak padi, bungkil kedelai, tepung ikan, tepung biji alpukat, minyak sawit, CaCO3, premix, lisin dan metionin. Rancangan yang digunakan adalah eksperimen, terdiri dari 4 perlakuan yaitu pakan basal dengan suplementasi TBA 0% R 0, pakan basal dengan suplementasi TBA 3% R1, pakan basal dengan suplementasi TBA 6% R 2, dan pakan basal dengan suplementasi TBA 9% R3. Variabel yang diamati meliputi kolesterol darah, HDL High density lipoprotein, LDL Low density lipoprotein, trigliserida dan kolesterol kuning telur. Analisis yang digunakan ANOVA Analysis of Varians dengan Rancangan Acak Lengkap pola searah. Apabila ada perbedaan antar perlakuan dilakukan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi TBA dapat menurunkan kadar kolesterol darah secara signifikan Kadar HDL cenderung berkurang seiring meningkatnya taraf TBA. Suplementasi tepung biji alpukat sampai 9% dapat digunakan sebagai suplementasi pakan puyuh. Kata kunci puyuh betina, ransum pakan, lemak darah, TBA tepung biji alpukat PENDAHULUAN 1 Oleh M. Alvian Azwar Anas, S. Pt. Alumni Fakultas Peternakan UGM Pakan merupakan salah satu komponen paling penting dalam pemeliharaan ayam. Pakan sendiri merupakan komponen biaya yang paling besar dalam pemeliharaan ayam, yaitu dapat mencapai sekitar 70% biaya pemeliharaan. Pakan merupakan bahan yang mengandung berbagai nutrien yang penting untuk metabolisme ternak. Kandungan nutrien pada pakan sendiri nantinya akan dapat dicerna oleh tubuh ternak sebagai bahan baku produksi baik daging maupun telur, reproduksi, aktifitas fisik, dan sisanya akan terbuang bersama dengan ekskreta 1 . Ransum pakan ayam atau unggas sendiri biasanya terdiri dari pakan butiran jagung, beras, kacang-kacangan, milet, jewawut, ketan hitam, gabah, dll., pakan komplit atau pakan jadi, dan pakan asal hewani bekicot, tepung ikan, siput, ikan rucah, ikan sapu sapu, limbah rajungan, cangkang udang dll serta pakan konsentrat 2 . Peternak ayam di Indonesia sendiri umumnya menggunakan campuran jagung, bekatul, dan konsentrat sebagai campuran ransum untuk ayam yang dipelihara. Pakan, berdasarkan cara pemberiannya, dapat dibedakan menjadi pakan konsentrat dan pakan komplit. Pakan komplit adalah pakan yang diproses dengan teknologi modern yang higinies yang memiliki nilai gizi dengan kisaran protein 17– 23% dan telah disusun sesuai kebutuhan ternak serta pemberiannya tidak perlu dicampur dengan bahan pakan lain 2 . Bahan pakan penyusun pakan komplit umumnya terdiri dari dedak, jagung, tepung ikan, bungkil kedelei, bungkil kelapa, tepung daging dan tulang, pecahan gandum, bungkil kacang tanah, canola, tepung daun, vitamin, kalsium, fosfat dan trace mineral. Bahan pakan penyusun konsentrat umumnya adalah Soya Bean Meal SBM, Meat Bone Meal MBM, Corn Glutein Meal CGM, tepung ikan, tepung tulang, Palm Oil, premix, vitamin, asam amino esensial, dan mineral esensial 4 . Pakan konsentrat terdiri dari 2 jenis yaitu pakan konsentrat sumber energi dan pakan konsentrat sumber protein yang memiliki kandungan protein mencapai 27–42%. Pakan konsentrat biasanya diberikan dengan cara dicampur dengan bahan pakan lainnya 2 . Pemilihan bentuk pakan perlu diperhatikan oleh peternak karena bentuk fisik pakan akan mempengaruhi konsumsi pakan 11 . Pakan, berdasarkan bentuknya, dapat dikategorikan menjadi beberapa macam antara lain 3 a. Mash Pakan bentuk tepung mash biasanya diberikan untuk ayam petelur fase grower dan layer dan puyuh petelur fase stater dan layer 3. Ransum bentuk ini memiliki kelemahan mudah tercecer dan sifat memilih ayam karena pakan yang tidak halus, namun bentuk ransum ini memiliki keuntungan yaitu harganya lebih murah 6 . Bentuk pakan mash juga tidak efisien bagi ayam karena ayam harus mengeluarkan energi lebih banyak untuk mengonsumsi pakan yang berbentuk mash 9 . Pakan mash tidak palatable, lengket dan cenderung melekat di tempat pakan sehingga menyulitkan unggas untuk memakannya 10 . b. Pellet Pakan bentuk pellet biasanya diberikan untuk ayam petelur fase layer dan ayam pedaging fase finisher 3. Pakan bentuk pellet cenderung mengurangi jumlah pakan yang hilang di dalam litter dibandingkan dengan pakan mash. Pakan bentuk pellet memiliki konversi yang lebih baik dibandingkan dengan pakan bentuk mash yaitu 1,8 berbanding 1,9 5 . c. Crumble Crumble merupakan tipe ransum yang dihasilkan dari campuran bahan pakan pada mesin pellet dan kemudian pellet dihancurkan dengan ukuran lebih kasar dari mash 6 . Pakan bentuk crumble pecahan pellet, biasanya untuk ayam pedaging fase stater, ayam petelur fase starter, grower dan layer, dan puyuh fase stater dan grower 3 . Pakan bentuk crumble cenderung mengurangi jumlah pakan yang hilang di dalam litter dibandingkan dengan pakan mash. Bentuk pakan untuk menghasilkan konversi pakan yang baik untuk unggas adalah pakan bentuk crumble dan pellet dibandingkan dengan mash 5 . Ransum bentuk crumble memberi hasil yang lebih baik karena bioaktif dapat tercampur secara homogen didalam pakan yang dikonsumsi 7 . Pakan crumble memiliki sifat tidak berdebu dan mudah untuk dikonsumsi, sehingga meningkatkan efisiensi pemberian pakan 8 . d. Kibble Pakan bentuk kibble campuran dari bentuk pellet, mash dan bijian pecah, bentuk ini jarang digunakan hanya pabrikan pakan tertentu yang menggunakan dan biasanya untuk ayam petelur fase layer. Daftar Pustaka 1 McDonald, P., Edwards, & Greenhalg. 1994. Animal Nutrition. 4th edition. Longman Scientific and Technical. New York. 2 Universal Agri Bisnisindo. 2002. Global Feed. Trobos No. 32 Mei 2002. 3 Diwarta. 2013. Pakan Konsentrat Ternak. 4 Purnamasari, D. K., Erwan, Syamsuhaidi, M. Kurniawan. 2016. Evaluasi Kualitas Pakan Komplit dan Konsentrat Unggas yang Diperdagangkan di Kota Mataram. Jurnal Peternakan Sriwijaya. Vol. 51. 30 – 38. 5 Munt, R. H. C., J. G. Dingle and M. G. Sumpa. 1995. Influence of Feed Form Broiler Performance. 6 Marzuki, A. dan B. Rozi. 2018. Pemberian Pakan Bentuk Cramble dan Mash Terhadap Produksi Ayam Petelor. Jurnal Ilmiah INOVASI, Vol. 181 29-34. 7 Retnani Yuli, L. Herawati dan S. Khusniati. 2011. Uji Sifat Fisik Ransum Broiler Starter Bentuk Crumble Berperekat Tepung Tapioka, Bentonit dan Onggok. JITP 8 Kartadisastra, H. R. 1994. Pengelolaan Pakan Ayam. Kanisius. Yogyakarta. 9 Rasyaf. 1992. Produksi Dan Pemberian Ransum Unggas, Kanisius. Yogyakarta 10 North, M. O. 1978. Commercial Chicken Production Manual 2 nd ed. AV I Publishing Co. Westport, Connecticut. 11 Auckland, J. N. and R. B. Fulton. 1972. The effects of dietary nutrient concentration, crumbles versus mash and age of dam on the growth of broiler chicks J. Poult. Sci. 51 1968-1975. ArticlePDF AvailableAbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar logam berat Cd, Cu dan Pb dalam air yang terkontaminasi logam berat dan mengetahui pengaruh perlakuan terhadap penurunan konsentrasi logam berat dalam air. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap RAL dengan 4 Perlakuan yaitu P1 0 gr apu-apu + 150 gr zeolit, P2 50 gr apu-apu + 100 gr zeolit, P3 100 gr apu-apu + 50 gr zeolit dan P4 150 gr apu-apu + 0 gr zeolit. Parameter utama dalam penelitian ini yaitu penurunan konsentrasi dalam air. Analisa data yang digunakan adalah analisa ANOVA untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap penurunan logam. Analisa kadar logam Cd,Cu dan Pb dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom SSA. Persentase Penurunan kadar Cd tertinggi yaitu % sedangkan yang terendah %, Persentase Penurunan kadar Cu tertinggi yaitu % sedangkan yang terendah %, dan Persentase Penurunan kadar Pb tertinggi yaitu % sedangkan yang terendah %, Nilai Penurunan kadar Cd, Cu dan Pb tertinggi diperoleh oleh P3. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata perlakuan terhadap penurunan konsentrasi dalam air pada taraf nyata p<0,05. Hasil penentuan uji presisi dan linearitas menunjukkan bahwa metode yang digunakan memiliki linearitas serta presisi yang baik. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeAuthor contentAll content in this area was uploaded by Fitra Perdana on Feb 08, 2022 Content may be subject to copyright. Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 163 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 164 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 165 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 166 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 167 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 168 607080P1 P2 P3 P4KonsentrasiPerlakuan% Removal Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 169 0100P1 P2 P3 P4KonsentrasiPerlakuan% Removal Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 170 0100P1 P2 P3 P4KonsentrasiPerlakuan% Removal Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 171 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 172 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 173 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 174 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 175 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 176 ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publicationsEfektivitas Serat Purun Tikuspada Peningkatan Kualitas AirStudi Kasus Air Limbah Peti di Kabupaten...April 2020Faradina Faradina Nurhasanah NurhasanahMega NurhanisaTelah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan serat tumbuhan purun tikus pada air limbah tambang emas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air limbah tambang emas setelah melalui proses filtrasi berbahan serat tumbuhan purun tikus. Pengujian menggunakan alat colorometri, gravimetri, pH meterdan spektrofotometer serapan atom. Pengambilan sampel air limbah tambang emas dilakukan di ... [Show full abstract] Mandor, Kabupaten Landak. Dalam penelitian ini digunakan variasi serat 75 gram dan 100 gram dengan waktu perendaman selama 12 jam, 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Parameter yang diuji meliputi pH, TDS Total Dissolve Solid, warna, dan kadar merkuri Hg. Kondisi awal air limbah tambang emas sebelum melalui proses filtrasi yaitu nilai pH sebesar 4,29, nilai TDS 144,00 mg/L, warna pada skala 60 dan kadar merkuri Hg sebesar 0,0021 mg/L. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh nilai yang memenuhi standar baku kualitas air bersih pada variasi waktu 12 jam untuk parameter pH dan warna, 24 jam untuk paramater merkuri dan 72 jam untuk parameter TDS dan warna. Pada variasi ini diperoleh nilai optimum dengan persentase penurunan TDS sebesar 333%, warna 68% , pH sebesar 61% dan kadar merkuri sebesar 100%.Read moreArticleFull-text availableAnalisa Makanan Tradisional Jeruk Maman dari Daun Maman Cleome gynandra LAugust 2021 Photon Jurnal Sain dan KesehatanJeruk maman merupakan asinan sayur yang menghasilkan asam laktat, sehingga mempunyai cita rasa yang khas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas makanan Jeruk maman dari tiga variasi jeruk maman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yaitu melakukan penambahan cabai dan garam dalam jumlah yang berbeda pada jeruk maman. Jeruk maman yang dibuat sebanyak tiga variasi ... [Show full abstract] yaitu DKA 01 = daun maman 500 g, ditambah nasi 2% DKA 02= daun maman 500 gr penambahan, nasi 2% garam 2,25% dan cabai 1%, DKA 03= daun maman 500 gr penambahan nasi 2% garam 2,5% dan cabai 1%. Diamkan selama 3 hari, selanjutnya di analisa pH, kadar air,total asam laktat, bakteri asam laktat dan protein untuk semua perlakuan. Penelitian ini menggunakan bentuk Rancangan Acak Lengkap RAL non-faktorial dengan 1 faktor yang diuji terdiri dari 3 taraf perlakuan dan 2 kali ulangangan. Hasil penelitan Kualitas yang terbaik dari ketiga variasi jeruk maman yaitu pada analisa kadar protein kualitas yang terbaik adalah sampel DKA 01 dengan jumlah protein tertinggi yaitu 2,47% dan nilai total asam tertitrasi tertinggi juga pada sampel DKA 01 yaitu 0,37%. Sementara pada analisa pH terbaik adalah sampel DKA 02 yaitu 3,9 %dan DKA 03 yaitu 3,8 %. Hasil analisa BAL terbaik adalah sampel DKA 02 1,7 x 108 dan DKA 03 yaitu 1,5 x full-textArticleFull-text availablePemberdayaan Ekonomi Dasawisma Rantau Kopar, Rokan Hilir dengan “SaMaKiRi” Sabun Mahasiswa Kimia UM...June 2022 Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRIKabupaten Rokan Hilir dikenal dengan kekayaan ragam budaya dan objek pariwisatannya. Salah satu tradisi turun temurun yang kini menjadi primadona wisata Rokan Hilir adalah ritual Upacara Bakar Tongkang yang kini menjadi agenda wisata tahunan Kabupaten Rokan Hilir. Sejak masa pandemi COVID-19 event tahunan ini terkendala pelaksanaannya mengingat akan mengundang banyak turis hadir dan kerumunan ... [Show full abstract] massa. Situasi ini memberikan dampak yang signifikan terhadap tatanan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat global, termasuk masyarakat di Desa Rantau Kopar, Kab. Rokan Hilir. Pada kegiatan ini dilakukan pemberdayaan ekonomi berupa penyuluhan dan pelatihan bagi Ibu-ibu Dasawisma Rantau Kopar untuk memproduksi sendiri produk sabun untuk penerapan protokol kesehatan dan peningkatan pendapatan. Kegiatan ini dilakukan secara offline/luring dengan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan terlaksana dengan baik, terlihat dengan antusias peserta akan materi-materi pelatihan, jumlah peserta yang tidak berubah dari awal kegiatan sampai selesai. Dari kegiatan ini dihasilkan produk sabun “SaMaKiRi” yang diproduksi oleh peserta pelatihan dan Tim dari Prodi Kimia UMRI. Diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan dan menjadi solusi untuk peningkatan ekonomi kreatif di Desa Rantau Kopar, Kabupaten Rokan full-textPENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KEDELAI DENGAN TEPUNG KAYU APU Pistia stratiotes TERFERMENTASI DALAM PA...December 2021Gilang Setyawan Senny HelmiatiKayu apu merupakan tanaman air yang hidup mengapung pada suatu perairan lentik dan mempunyai kandungan nutrien yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrien kayu apu terfermentasi dan mengevaluasi pengaruh substitusi tepung kedelai dengan tepung kayu apu terfermentasi dalam pakan terhadap performa nila merah. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan ... [Show full abstract] empat perlakuan substitusi tepung kedelai dengan kayu apu terfermentasi sebanyak 0, 10, 20, dan 30% dengan tiga kali ulangan. Penelitian ini menggunakan nila merah berukuran 7-9 cm diberi pakan dengan dosis 3% biomassa dengan frekuensi pemberian sebanyak dua kali sehari dan dipelihara selama 60 hari. Parameter yang dievaluasi meliputi sintasan, pertumbuhan, rasio konversi pakan, rasio efisiensi protein, dan efisiensi pakan. Hasil uji proksimat tepung kayu apu terfermentasi mengandung kadar air sebesar 8,80 %, protein kasar sebesar 15,10%, lemak sebesar 3,12%, kadar abu sebesar 34,5%, dan serat kasar sebesar 33,96%. Tepung kayu apu terfermentasi tidak dapat mensubstitusi tepung kedelai sebagai bahan pakan. Substitusi tepung kedelai dengan tepung kayu apu terferementasi dalam pakan tidak mempengaruhi sintasan, efisiensi pakan dan rasio efisiensi protein namun berpengaruh terhadap penurunan performa pertumbuhan dan peningkatan nilai rasio konversi pakanRead morePengaruh Pemberian Pakan Fermentasi Berbasis Kiapu Pistia stratiotes L dan Probiotik terhadap Para...November 2017 Jurnal Ilmiah Mahasiswa PertanianAbstrak. Tujuan Untuk melihat pengaruh pemberian pakan fermentasi berbasis kiapu dan probiotik dalam pakan terhadap konsumsi, pertambahan berat badan serta penampilan ayam lokal pedaging ini dilaksanakan di Labolatorium Lapangan Peternakan LLP Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Penelitian berlangsung selama 90 hari, mulai tanggal 14 Februari – ... [Show full abstract] 23 April ini menggunakan 80 ekor ALPU unsex. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap RAL yaitu 4 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri dari 4 ekor ayam unsex pada setiap unit perlakuan. Perlakuan P0 0% fermentasi tepung kiapu atau kontrol, P1 10% fermentasi tepung kiapu + 90% pakan komersil, P2 20% fermentasi tepung kiapu + 80% pakan komersil, P3 30% fermentasi tepung kiapu + 70% pakan komersil. Parameter yang diamati terdiri dari konsumsi pakan, pertambahan berat badan dan eksterior dalam dada, lingkar dada, lingkar paha, panjang badan, tinggi badan, dan lebar kepala. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisys of Variance ANOVA, jika diperoleh hasil yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian disimpulkan bahwaPemberian pakan fermentasi berbasis kiapu Pistia Startiotes L mempunyai kandungan nutisi, imbangan pakan yang seimbang serta kecernaan bahan pakan, Pemberian pakan fermentasi berbasis kiapu Pistia stratiotes L menunjukan data yang stabil pada perlakuan P1 yang mengaandung 10% pakan moreLast Updated 01 Mar 2023Discover the world's researchJoin ResearchGate to find the people and research you need to help your work.

apu apu untuk pakan ayam